Instalasipenerangan merupakan suatu instalasi dengan tidak adanya komponen motor listrik sehingga tidak adanya daya reaktif. Dalam pemasangan instalasi penerangan 3 fasa untuk Industri dengan gedung bertingkat maka pembagian fasanya adalah. Pada istilah umum di Indonesia sistem 3-phase ini lebih familiar dengan nama sistem R-S-T. Ruang
dalammerancang instalasi penerangan harus menentukan tata letak lampu dan pembagian beban, menentukan banyak kelompok penerangan, menentukan keseimbangan beban, menentukan ukuran sekring/MCB (pengaman) dan penghantar dan juga harus mengetahui komponen-komponen yang digunakan untuk memasang instalasi penerangan [3].
penghantarsaja (misal: untuk fasa atau netral saja). Contoh penghantar simplex ini antara lain: NYA 1,5 mm²; NYAF 2,5 mm² dan sebagainya. b) Penghantar duplex; ialah kabel yang dapat menghantarkan dua aliran (dua fasa yang berbeda atau fasa dengan netral). Setiap penghantarnya diisolasi kemudian diikat menjadi satu menggunakan selubung.
1 Instalasi Penerangan (Lighting) dan 2. Instalasi Tenaga (Power) Melihat dari kedua jenis instalasi listrik tersebut tentunya beban tersebut juga berbeda beda. Misalnya instalasi penerangan/lighting untuk pencahayaan, tentunya kita menggunakan lampu sebagai beban dan komponen pendukung lainnya.
memasanginstalasi. 1 Membuat gambar diagram distribusi daya (one line diagram). 2 Menentukan letak pemasangan komponen instalasi sesuai dengan denah serta. standar/ aturan pemasangan yang berlaku. 3 Membuat gambar pengawatan/ instalasi sesuai dengan lay out komponen pada. denah dan pada gambar instalasi.
Berikutlangkah-langkah pemasangan instalasi penerangan 3 fasa in plaster pada bengkel listrik Politeknik Negri Malang Gedung AK 1.06 kabin 5: 1. Merencanakan dan menggambar pada kertas mengenai rancangan instalasi penerangan 3 fasa in plaster yang akan dipasang. a. Diagram Kerja 41 b. Diagram Lokasi (Lampiran 2) c. Diagram Pengawatan In Plaster 42
Pemasanganinstalasi penerangan 3 fasa. Menggambar rencana instalasi penerangan 3 fasa. Memasang kabel dan pipa instalasi. Memasang panel hubung bagi instalasi penerangan. SKKD 8. Memasang instalasi tenaga listrik bangunan bertingkat SKL Siswa mampu memahami pemasangan instalasi tenaga 3 fase.
2 Instalasi Tenaga. Biasanya digunakan untuk memutar kipas angin, pompa air, mixer, blender dan motor-motor listrik yang lain. 3. Instalasi Listrik Khusus. Merupakan instalasi listrik yang terdapat pada kapal laut, pesawat udara, mobil, pertambangan dan lain sebagainya. 4. Instalasi Listrik Untuk Telekomunikasi.
KegiatanBelajar 2 : Kelistrikan 3. Kegiatan Belajar 3 : Komponen Instalasi Listrik Penerangan 4. Kegiatan Belajar 4 : Merencanakan Instalasi Listrik Penerangan 5. Kegiatan Belajar 5 : Membuat Diagram Kerja Instalasi Listrik Penerangan 6. untuk gedung-gedung besar, 3 fasa, 4 kawat (dengan hantaran di atas tanah atau juga dengan kabelkabel
Topik: Instalasi Penerangan 1 fasa. Sub Topik : Komponen pokok instalasi penerangan listrik 1 fasa. RPP ini merupakan rencana pembelajaran untuk kelas XI TITL pada pertemuan ke 3 . Seyogianya dalam pertemuan tatap muka dibutuhkan waktu 4 x 45 menit agar dapat membahas lebih dalam tentang komponen pokok instalasi penerangan.
MiidT. INSTALASI PENERANGAN 3 FASA BANGUNAN GEDUNGA. PANEL DISTRIBUSI LISTRIKUntuk mengalirkan energi listrik dari pusat atau gardu I nduk stepdown ke beban listik konsumenharus melewati pane daya dan panel distribusi listrik. Panel daya adalah tempat untuk menyalurkandan mendstribusika energi listrik dari gardu listrik step down ke panel-panel distribusinya. Sedangkanpael distribusi daya adalah tempat menyalurkan dan mendistribusikan energi listrik dari panel dayake beban konsumen baik untuk instalasi tenaga meupun untuk instalasi penerangan. Perhatikangambar diagram satu garis pael daya dan panel distribusi listrik di bawah diagram satu garis panel daya dan panel distribusi daya listrikPanel daya maupun panel distribusi daya merupakan keharusan, hal tersebut akan memudahkan 1. Pembagian energi listrik secara merata dan tepat2. Pengamanan instalasi dan pemakaian listrik3. Pemeriksaan, perbaikan atau pemeliharaanUntuk itu di dalam pembuatan panel harus diperhatikan hal-hal yang penting agar1. Mudah dilayani dan aman2. Dipasang pada tempat yang mudah dicapai3. Di depan panel ruangannya harus bebas4. Panel tidak boleh ditempatkan di posisi yang lembabPerlu diketahui juga dalam pemasangan instalasi panel distribusi listrik harus memperhatikan sesuaidengan PUIL1. Semua penghantar/kabel harus disusun rapi2. Semua komponen harus dipasang rapi3. Semua bagian yang bertegangan harus dilindungi4. Semua komponen terpasang dengan kuat5. Jika terjadi gangguan tidak akan meluas6. Mudah diperluas/dikembangkan jika diperlukan7. Mempunyai keandalaan yang KONSTRUKSI Ada beberapa komponen yang dipasang pada panel distribusi listrik antara lain saklarutama/pemisah, pembatas arus Miniatur Circuit Breaker MCB, Earth Leak Circuit Breaker ELCB,terminal, Rel Omega, dan busbar. Pada sisi luar bagian pintu panel dipasang lampu indikator dan`alat ukur berupa ampere meter dan volt meter. Adapun pada rangkaian diluar panel merupakankomponen instalasi penerangan berupa saklar, kotak kontak, lampu, kotak hubung bagi, pipa pvc,lampu dan beban lainnya. Pada gedung yang mempunyai berapa ruang dan melayani beban listrik penerangan, yangberupa lampu-lampu sebuah bangunan gedung, instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung panel instalasipeneranganC. PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIKPerencanaan Instalasi ListrikSumber PUIL 2000 halaman Persyaratan umum Ketentuan umum Rancangan instalasi listrik harus memenuhi ketentuan PUIL ini dan peraturan lain yang tersebut dalam Rancangan instalasi listrik harus berdasarkan persyaratan dasar yang ditentukan dalam BAB 2 terutama dan memperhitungkan serta memenuhi proteksi untuk keselamatan yang ditentukan dalam BAB Sebelum merancang suatu instalasi listrik harus dilakukan penilaian assessment dan survai lokasi. CATATAN Metode penilaian dan hal-hal yang disurvai dijelaskan dalam IEC Rancangan instalasi listrik ialah berkas gambar rancangan dan uraian teknik, yang digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi Rancangan instalasi listrik harus dibuat dengan jelas, serta mudah dibaca dan dipahami oleh para teknisi listrik. Untuk itu harus diikuti ketentuan dan standar yang Rancanganinstalasi listrik terdiri dari a Gambar situasi, yang menunjukkan dengan jelas letak gedung atau bangunan tempat instalasi tersebut akan dipasang dan rancangan penyambungannya dengan sumber tenaga listrik. b Gambar instalasi yang meliputi 1 Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas letak perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya pelayanannya, seperti titik lampu, kotak kontak, sakelar, motor listrik, PHB dan lain-lain. 2 Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan gawai pengendalinya sepertihubungan lampu dengan sakelarnya, motor dengan pengasutnya, dan dengan gawai pengatur kecepatannya, yang merupakan bagian dari sirkit akhir atau cabang sirkit akhir. 3 Gambar hubungan antara bagian sirkit akhir tersebut dalam butir b dan PHB yang bersangkutan, ataupun pemberian tanda dan keterangan yang jelas mengenai hubungan tersebut. 4 Tanda ataupun keterangan yang jelas mengenai setiap perlengkapan listrik. c Diagram garis tunggal, yang meliputi 1 Diagram PHB lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan besaran pengenal komponennya; 2 Keterangan mengenai jenis dan besar beban yang terpasang dan pembagiannya; 3 Sistem pembumian dengan mengacu kepada \ 4 Ukuran dan jenis penghantar yang dipakai. d Gambar rinciyang meliputi 1 Perkiraan ukuran fisik PHB;2 Cara pemasangan perlengkapan listrik; 3 Cara pemasangan kabel; 4 Cara kerja instalasi kendali. CATATAN Gambar rinci dapat juga diganti dan atau dilengkapi dengan keterangan atau uraian. e Perhitungan teknis bila dianggap perlu, yang meliputi antara lain 1 Susut tegangan; 2 Perbaikan faktor daya; 3 Beban terpasang dan kebutuhan maksimum; 4 Arus hubung pendek dan daya hubung pendek; 5 Tingkat penerangan. f Tabel bahan instalasi, yang meliputi 1 Jumlah dan jenis kabel, penghantar dan perlengkapan; 2 Jumlah dan jenis perlengkapan bantu; 3 Jumlah dan jenis PHB; 4 Jumlah dan jenis luminer lampu. g Uraian teknis, yang meliputi 1 Ketentuan tentang sistem proteksidengan mengacu kepada 2 Ketentuan teknis perlengkapan listrik yang dipasang dan cara pemasangannya; 3 Cara pengujian; 4 Jadwal waktu pelaksanaan. h Perkiraan biayaD. BAHAN KERJA1. Fitting Lampu E27Fiting termasuk bahan jadi dan merupakan alat yang berfungsi sebagai pemegangatau tempat bola lampu sejenis Edison dan jenis bayonet harus dipasang dengan bagiantengah hantaran fasa, sedangkan kontak luar ulir dari fitting dihubungkan padahantaran netral. Pasal 206 B2 PUIL bagian luar fiting lampu yang dipasang dalam ruang berdebu, lembab,sangat panas,berisi bahan mudah terbakar, atau mengandung bahan korosi, harusterbuat dari bahan porselin atau bahan isolasi lain yang sederajat. Terlepas darikeadaan ruang seperti disebutkan di atas, bagian luar fiting lampu yangbertegangan lebih dari 300 V ke bumi, harus selalu terbuat dari bahan porselin ataubahan isolasi lain yang sederajat. PUIL 2000 hal 168Bagian luar dari fitting lampu harus dibuat dari bahan porselin, atau bahan isolasilain yang sederajat. pasal 856 A4 PUIL 77.2. SakelarSakelar ialah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik,atau untuk menghubungkannya3. Kotak Kontak atau StopkontakMenurut PUIL 2000 halaman 10 dan 11, kotak kontak ialah susunan gawai pemberidan penerima arus yang dapat dipindah-pindahkan, untuk menghubungkan danmemutuskan saluran ke dan dari bagian instalasi. Kontak tusuk meliputi a kotak kontak –bagian kontak tusuk yang merupakan gawai pemberi arus;b tusuk kontak –bagian kontak tusuk yang merupakan gawai penerima arusKotak Kontak Biasa KKBkotak kontak yang dipasang untuk digunakan sewaktu-waktu tidak secara tetapbagi peranti listrik jenis apa pun yang memerlukannya, asalkan penggunaannyatidak melebihi batas Kontak Khusus KKKkotak kontak yang dipasang khusus untuk digunakan secara tetap bagi suatu jenisperanti listrik tertentu yang diketahui daya maupun beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pemasangan /menempatkan kotak kontak, antara lainTusuk kontak harus dirancang sedemikian rupa sehingga ketika dihubungkan tidakmungkin terjadi sentuhan tak sengaja dengan bagian aktif. PUIL 2000 hal175Tusuk kontak harus terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar, tahan lembabdan secara mekanik cukup kuat. PUIL 2000 hal 175Tusuk kontak yang tidak terlindung tidak boleh dibuat dari bahan yang mudahpecah. PUIL 2000 hal 175Sebagai pengecualian dari di atas, tusuk kontak untuk kuat arus 16A kebawah pada tegangan rumah, boleh terbuat dari bahan isolasi yang tahan terhadaparus rambat. PUIL 2000 hal 175Sambungan antara tusuk kontak dan kabel fleksibel harus baik untuk menghindarikerusakan mekanis. PUIL 2000 hal 175 simbol diagram simbol diagram pengawatan4. fuseMenurut PUIL 2000 halaman 6, Fuse/Pengaman Lebur ialah bagian dari pengamanlebur yang dirancang agar lebur bila pengaman lebur PUIL 2000 halaman 12, pengaman lebur sekering ialah gawaipenyakelaran dengan peleburan satu komponen atau lebih yang dirancang khususdan sebanding, yang membuka sirkit tempat pengaman lebur disisipkan danmemutus arus bila arus tersebut melebihi nilai yang ditentukan dalam waktu yangsesuai. Pengaman lebur meliputi semua bagian yang membentuk gawaipenyakelaran yang utuh fuse .Fuse atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sekering adalah komponen yangberfungsi sebagai pengaman dalam Rangkaian Elektronika maupun perangkatlistrik. Fuse Sekering pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat halus pendek yangakan meleleh dan terputus jika dialiri oleh Arus Listrik yang berlebihan ataupunterjadinya hubungan arus pendek short circuit dalam sebuah peralatan listrik /Elektronika. Dengan putusnya Fuse sekering tersebut, Arus listrik yangberlebihan tersebut tidak dapat masuk ke dalam Rangkaian Elektronika sehinggatidak merusak komponen terdapat dalam rangkaian Elektronika yang Sekering terdiri dari 2 Terminal dan biasanya dipasang secara Seri denganRangkaian Elektronika / Listrik yang akan dilindunginya sehingga apabila FuseSekering tersebut terputus maka akan terjadi “Open Circuit” yang memutuskanhubungan aliran listrik agar arus listrik tidak dapat mengalir masuk ke dalamRangkaian yang dilindunginya. simbol diagram satu garis weiring diagram5. Kabel NYAKabel NYA adalah kabel yang mempunyai isolasi berupa PVC, dengan intitembaga tunggal yang pejal. Kabel NYA banyak digunakan dalam instalasi listrikperumahan, yang merupakan kabel udara dengan karakteristik tidak tahan terhadappanas. Untuk itu, pemasangan kabel NYA harus dilindungi oleh pipa PVC ataupipa aluminium untuk mencegah terjadinya kerusakan fisik seperti keratin tikus,terbakar, rumah tanpa selubung berisolasi PVC yaitu NYA, NYAF dan berisolasikaret NGA, tidak boleh dipasang di dalam atau pada kayu, dan tidak boleh pulalangsung pada, di dalam, atau di bawah plasteran. PUIL 2000 rumah berisolasi karet NGA dan berisolasi PVC NYA harus dipasangdidalam pipa instalasi; jika tidak, maka harus ditempuh cara-cara tersebut PUIL 2000 Kabel NYYHYNama kabel Kabel termoplastik sedang berselubung termoplastikTegangan nominal antara penghantar 600-1000 VJumlah inti 2 sampai dengan 7Menurut PUIL halaman 281, kabel ini hanya cocok dalam ruang kering untukperalatan listrik domestic, juga dalam ruang lembab sementara. Dengan tekananmekanik sedang, misalnya untuk mesin cuci, lemari es, dsb. NYYHY biasanyaberwarna hitam. Kabel-kabel ini berinti lebih dari 1 kabel. Biasanya digunakanuntuk instalasi didalam rumah yang tidak permanen, karena sifatnya fleksible dantidak mudah Lampu PijarLampu pijar yang digunakan dalam praktikum bengkel listrik yaitu lampu Philip40W/ PUIL 2000 halaman 171, Lampu untuk penggunaan umum pada sirkitpenerangan tidak boleh dilengkapi dengan pangkal Edison E27 jika dayanya lebihdari 300 W, juga tidak boleh dilengkapi dengan pangkal Goliath E40 jika dayanyamelebihi 1500 W. Di atas 1500 W hanya boleh digunakan pangkal lampu ataugawai lampu yang pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran aruslistrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. simbol lampu pujar8. Alat Pengukur dan Pembatas APPBerikut ini ketentuan mengenai pemasangan APPDi APP terdapat meter energi,terminal netral, dan pembatas arus MCB yangkemampuannya harus sesuai dengan paket daya pelanggan yang jenis penghantar yang disambung berbeda, maka harus digunakan energi yang dipasang pada APP harus sudah ditera oleh instansi yangberwenang. Kotak APP harus dalam keadaan tersegel selama APP harus tersedia juga terminal untuk pembumian BKT karena umumnyakotak APP terbuat dari logamAPP harus dipasang dengan baik ditempat yang mudah dilihat dan dicapai untukkepentingan pencatatan rutin energi terpakai dan pemeriksaan umumnya dengantinggi 1,80 meter. kwh meter 3 fasaBagian-bagian kwh meter dan Badan body terdiri dari Bagian atasBagian bawahb. Kumparan arus terdiri dari Pada kwh metter 1 fasa kumparan arus 1 setPada kwh metter 3 pasa 3 kawat kumparan arus 2 kwh metter 3 pasa 4 kawat kumparan arus 3 kumparan arus dilengkapi dengan kawat tahanan atau lempengan besi yangberfungsi sebagai pengatur cosines phi faktor kerjaKumparan tegangan terdiri dari Pada kwh 1 phasac. PiringanPiringan kwh meter ditempatkan dengan 2 buah bantalan atas dan bawah yangdigunakan agar piringan kwh meter dapat berputar dengan mendapat gesekansekecil Circuit breaker MCBSeperti yang dijelaskan sebelumnya, MCB inilah komponen yang bertugasmemutus aliran listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan oleh konsumenatau bila terjadi gangguan hubungan singkat dari suatuperalatan listrik rumah. Saatmelakukan perbaikan instalasi listrik rumah, komponen ini sebaiknya dimatikane. Meter listriksebagai penunjuk besarnya daya listrik yang telah digunakan pelanggan. Satuannyadalam kwh kilowatt hour. Indikatornya terlihat dari angka-angka yang PLN yang rutin berkunjung tiap bulan selalu mencatat angka-angka ini. .f. Spin controlmerupakan sebuah komponen yang bekerja dengan berputar bila terjadi pemakaiandaya listrik. Semakin besar daya yang digunakan maka perputaran akan semakincepat. Besarnya daya pemakaian akan dicatat oleh “meter listrik” dan bilakelebihan akan dibatasi oleh MCBg. Pengaman listrik sekring atau panel hubung bagifungsi utamanya adalah mengamankan instalasi bila masalah seperti hubungpendek diperalatan listrik dengan cara memutuskan arus Spesikasi kwh metermerek nama perusahaan yang membuat kwh metertype, jenis, model identitas meter oleh pabriktahun tahun pembuatan kwh meternomor nomor seri dari pabriktegangan nominal kumparan missal 3 x 230/400Varus nominal kumparan magnet arus misal 520Aarus nominal = 5A dengan batas kesalahan terkecilkumparan sanggup dialuri arus 20A dengan kesalahan masih batas yang diijinkanclass angka/kategori yang menentukan ketelitian keh meter limit errorfrekuensi frekuensi nominal dari kumparan tegangan Hztanda panah arah putaran piringan kwh meter yang benarconstata meter besaran pada kwh meter yang menyatakan hubungan antara hasilputaran dengan energy yang terpakai disimbol C dalam satuan revulsi/kw9. Proses pemasanganBerikut langkah-langkah pemasangan instalasi penerangan 3 fasa in plaster1. Menyiapkan gambar kerja pada kertas mengenai rancangan instalasi penerangan 3 fasa yang akan dipasanga. Diagram Kerjab. Diagram Lokasic. Diagram Pengawatand. Diagram Pengawatan Panele. Diagram Pengawatan APP 3 fasa2. Mendata dan menyiapkan komponen yang dibutuhkan Bill of Quantity.3. Menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan4. Memakai dan memperhatikan Alat Pelindung Diri APD sebelum memulaipekerjaan5. Memasukkan kabel ke dalam pipa sesuai dengan yang telah di desain dan janganlupa untuk menandai kabel tersebut agar suatu saat tidak bingung memasangkomponen yang telah dipersiapkan6. Merencanakan dan membuat Lakukan pemasangan komponen pada panel. Usahakan tata letak komponenserapi mungkin sesuai dengan “Layout Panel”, hal ini bertujuan agar ketika terjadikerusakan dapat diperbaiki dengan mudah pengecekan/maintenance.b. Lakukan penyambungan pada komponen sesuai dengan Wiring Diagram yang perlu diperhatikan adalah, pada tiap pemasangan sumber harus melaluiline up terminal. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerusakan pada komponen Setelah pengawatan pada panel selesai, maka panel siap untuk dipasang dandihubungkan dengan beban. Ujung-ujung kabel yang terhubung pada beban,langsung disambungkan pada masing-masing pengaman yang telah ditentukansebelumnya. Setelah semua tersambung dengan rapi, maka instalasi siap untuk diuji7. Melaksanakan commissioning dalam keadaan tidak bertegangan meliputiPemeriksaan Kontinuitas dan Pemeriksaan Tahanan Isolasi8. Pemasangan APP 3 commissioning dalam keadaan bertegangan tanpa beban meliputiPemeriksaan Urutan Fasa dan Pemeriksaan Nominal Penyambungan kWh-meter dengan sumber tegangan menggunakan Memasang Lampu dan Heater sebagai beban untuk membuktikan pemasanganinstalasi benar-benar Melaksanakan commissioning dalam keadaan bertegangan dan berbeban yangmeliputi Uji Nominal Tegangan, Uji Arus, dan Uji BebanDaftar Pustaka[1] M. Kharis, Memelihara Panel Listrik. Departemen Pendidikan Nasional,2005.[2] laporan penerangan 3 fasa’, Scribd. [Online].Available 07-Oct-2018].[3] Djoko Laras Jobsheet Praktek Instalasi Listrik Industri. JurusanPendidikan Teknik Elektro FT UNY, 2013.[4] R. F. Dziuba, D. G. Jarrett, L. L. Scott, and A. J. Secula, Fabrication ofHigh-Value Standard Resistors’, IEEE Transactions on Instrumentation andMeasurement, vol. 48, no. 2, Jan. 1999.
100% found this document useful 2 votes2K views4 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes2K views4 pagesMemahami Instalasi Tenaga Listrik 3 FasaJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Kata Pfgadarao 4 Jostagasj Pfofraoiao Gjstrjh Sfka 6 4 Pfraolaoiao Jostagasj Gjstrjh Pfofraoiao Sjia Basa Eaoiuoao Ifcuoi A. PFUAOLAOIAO JO\SAGA\J GJ\SUJH PFOFUAOIAO SJIA BA\A EAOIVOAO IFCVOI Jostagasj gjstrjh kfrupahao hfijatao atau prnsfs pfoyagurao arus gjstrjh cj cagak ataupuo cj guar eaoiuoao. Paca casaroya, aturao yaoi efrhajtao cfoiao tfhojh gjstrjh cj Jocnofsja tfrlaotuk cagak pfrsyaratao ukuk jostagasj gjstrjh PVJG. Cfoiao cfkjhjao, raolaoiao jostagasj gjstrjh marus kfkfoumj hftfotuao PVJG 5011 cao pfraturao yaoi tfrhajt cagak cnhukfo sfpfrtj Vocaoi-Vocaoi Onknr 1= Samuo 1 tfotaoi Dasa Hnostruhsj cao Pfraturao Pfkfrjotao Onknr 61 Samuo 16 tfotaoi Vsama Pfouodaoi Sfoaia Gjstrjh. Pfrsyaratao Vkuk Jostagasj Gjstrjh PVJG kfrupahao staocar yaoi efrjsj hukpugao-hukpugao hftfotuao tfotaoi jostagasj gjstrjh eaoiuoao. Suduaooya kfoyaoihut hfsfgakatao kaousja cao tfroah tfrmacap eamaya gjstrjh. \fgajo jtu, duia hfakaoao jostagasj gjstrjh efsfrta pfrgfoihapaooya cao eaoiuoao sfrta jsjoya tfrmacap hfeaharao ahjeat gjstrjh cao pfrgjocuoiao gjoihuoiao. 1. Bahtnr-Bahtnr Pfraolaoiao Jostagasj Pfofraoiao Gjstrjh Aca efefrapa bahtnr yaoi marus cjpfrmatjhao cagak pfraolaoiao jostagasj pfofraoiao gjstrjh, yajtu hnocjsj eaoiuoiao, sjkeng gjstrjh, iakear jostagasj gjstrjh pfofraoiao, dukgam cao hfhuatao gakpu, dukgam hfgnkpnh paca jostagasj gjstrjh, sfrta pfoakpaoi hawat cao uhurao pfoiakao/sfhrjoi. a. Hnocjsj Eaoiuoao Hnocjsj eaoiuoao efrpfoiarum tfrmacap pfkasaoiao jostagasj pfofraoiao. Kjsagoya, efrhajtao cfoiao pfoiiuoaao pjpa uojno atau PRL. Pfkasaoiao hnkpnofo gjstrjh, sfpfrtj pjpa capat cjpasaoi atau cjtaoak cj cagak tfkenh sfmjoiia jostagasj tjcah tfrgjmat. \fgajo pjpa PRL, hnkpnofo yaoi capat cjtaoak cagak tfkenh aotara gajo sahfgar cao stnphnotah. e. \jkeng Gjstrjh Pfraolaoiao jostagasj gjstrjh capat cjsadjhao cagak efotuh sjkeng. \jkeng gjstrjh cjiuoahao uotuh kfkpfrkucam cagak kfkeala iakear eaiao paca jostagasj gjstrjh pfofraoiao. Efefrapa sjkeng hnkpnofo yaoi cjiuoahao paca iakear eaiao jostagasj gjstrjh capat cjgjmat paca taefg efrjhut. Saefg \jkeng-\jkeng Hnkpnofo paca Jostagasj Gjstrjh On. Hnkpnofo \jkeng 1. Hawat ong hawat tjcah efrtfiaoiao 5. Hawat mueuoi hawat basa sftfgam hfguar carj sahfgar <. Hawat basa hawat efrtfiaoiao On. Hnkpnofo \jkeng 3. Pfoimaotar cua haefg 6. Pfoimaotar tjia haefg 2. Gakpu pjdar atau 9. Gakpu SG =. \ahfgar tuoiiag . \ahfgar iaoca 10. \ahfgar sfrj 11. \ahfgar tuhar 15 \tnp Hnotah atau 1<. \tnp hnotah efrarcf atau tfrmueuoi cfoiao pfkeukjao atau irnuoc 13. \tnp hnotah taopa arcf l. Iakear Jostagasj Pfofraoiao Gjstrjh Iakear kfrupahao eamasa tfhojh yaoi cjwuduchao cagak hfsfpahatao sjkeng, Iakear capat efrupa iakear shft, iakear pfrspfhtjb, iakear prnyfhsj, iakear cfoam, cao iakear sjtuasj. Kjsagoya, iakear cfoam ruaoiao atau eaoiuoao rukam ifcuoi yaoi ahao cjpasaoi jostagasj capat cjiakear kfoiiuoahao gakeaoi-gakeaoi sjkeng-sjkeng yaoi efrgahu uotuh jostagasj gjstrjh. c. Dukgam cao Hfhuatao Gakpu \ftjap ruaoiao kfkfrguhao dukgam cao hfhuatao gakpu yaoi efrefca-efca. Dukgam cao hfhuatao gakpu yaoi cjeutumhao ngfm suatu ruaoiao cjpfoiarumj ngfm efefrapa bahtnr, yajtu sfeaiaj efrjhut 4 1. Suduao pfoiiuoaao ruaoiao, kjsagoya ruaoi taku, hakar kacj, hakar tjcur, cao ruaoi kahao. \ftjap dfojs ruaoiao tfotuoya kfkpuoyaj hfeutumao huat pfofraoiao yaoi efrefca-efca. 5. Guas cao uhurao carj ruaoiao. \fkahjo guas uhurao suatu ruaoiao, sfkahjo eaoyah dukgam gakpu yaoi cjpfrguhao. <. Dfojs gakpu yaoi cjiuoahao cagak sjstfk pfofraoiaooya. 3. Hfacaao cjocjoi carj ruaoiao tfrhajt hfkakpuao pfoyfrapao cao pfkaotugao lamaya. f. Dukgam Hfgnkpnh paca Jostagasj Gjstrjh Pfraturao Vkuk Jostagasj Gjstrjh PVJG kfoyatahao eamwa jostagasj pfofraoiao marus cjeaij hf cagak hfgnkpnh-hfgnkpnh. \ftjap hfgnkpnh marus cjakaohao sflara tfrpjsam cfoiao pfoiakao arus gfejm sfhrjoi cao sahfgar. Dukgam tjtjh-tjtjh pfoiakejg arus sfpfrtj gakpu cao stnp hnotah pagjoi eaoyah 10 tjtjh uotuh sftjap hfgnkpnh. b. Pfoakpaoi Hawat cao Vhurao \fhrjoi Huat arus cjsfsuajhao uotuh sftjap guas pfoakpaoi hawat pfoimaotar. \fgajo jtu, huat arus duia cjsfsuajhao cfoiao uhurao sfhrjoi yaoi cjpfrguhao. 5. Pfragatao cao Eamao cagak Jostagasj Pfofraoiao Gjstrjh Pfkasaoiao jostagasj gjstrjh kfkfrguhao pfragatao gjstrjh uotuh kfkpfrkucam pfhfrdaao sfmjoiia tjcah kfrusah hnkpnofo. \fgajo kfkpfrsjaphao pfragatao gjstrjh, pfhfrda yaoi ahao kfoijostagasj gjstrjh marus kfoiftamuj aturao-aturao yaoi kfoyaoihut hfsfgakatao hfrda. \ftfgam hnkpnofo gjstrjh, pfragatao gjstrjh, cao hfsfgakatao hfrda cjhuasagj kaha jostagasj gjstrjh capat cjgahuhao cfoiao akao. Efefrapa agat cao eamao uotuh jostagasj pfofraoiao gjstrjh, yajtu pfoimaotar, Kjojaturf Ljrlujt Erfahfr KLE gakpu, sahfgar, cao stnphnotah. a. Pfoimaotar Pfoimaotar kfrupahao hnkpnofo gjstrjh yaoi cjiuoahao sfeaiaj pfoimueuoi aotara cua hnkpnofo satu cfoiao yaoi gajooya uotuh kfoiagjrhao arus gjstrjh. Aca cua dfojs pfoimaotar gjstrjh, yajtu hawat pfoimaotar cao haefg. 1 Hawat Pfoimaotar Hawat pfoimaotar kfrupahao pfoimaotar yaoi tfreuat carj gniak, tftapj tjcah cjefrj jsngasj. Lnotnmoya acagam hawat irnuocjoi paca jostagasj pfoaoihag pftjr atau hawat pfoimaotar paca sjstfk traoskjsj gjstrjh tfiaoiao kfofoiam cao tjoiij PGO. 5 Haefg Haefg kfrupahao pfoimaotar yaoi tfreuoihur jsngasj. Haefg aca yaoi efrjotj tuoiiag atau eaoyah, aca yaoi hahu atau efrsfraeut, aca yaoi cjpasaoi cj ucara atau cj cagak taoam, sfrta pfoiiuoaaooya sfsuaj cfoiao hnocjsj pfkasaoiaooya. Dfojs-dfojs haefg, yajtu haefg OIA, haefg OZA, haefg OZK, haefg OZZ, haefg O5]Z, cao haefg OZBIeZ. a. Haefg OIA Haefg OIA cjeuat carj tfkeaia yaoi cjgapjsj cfoiao fkajg. Jotj OIA cjeuat carj sfeuam hawat pfdag sfmjoiia capat kfodacj hahj. Haefg OIA cjduag cagak efotuh iuguoiao rng. \ftjap iuguoiao OIA paodaoioya 100 k. Iuguoiao haefg tfrsfeut cjeuoihus hfrtas tamao gfkeap uotuh kfoijocarj hfrusahao cagak traospnrtasj atau pfoyjkpaoao. e. Haefg OZA Haefg OZA maoya kfkjgjhj satu pfoimaotar efrefotuh pfdag. Haefg OZA kjrjp cfoiao haefg OIA. Maria haefg OZA gfejm kuram djha cjeaocjoihao cfoiao haefg OIA. Haefg OZA capat cjpasaoi paca tfkpat efrajr atau easam. \fgajo jtu, haefg OZA duia capat cjkasuhhao hf cagak pjpa atau hnocujt dfojs PRL atau sagurao tfrtutup sfmjoiiao tjcah kucam kfodacj sasarao ijijtao tjhus cao apaejga aca jsngasj yaoi tfrhfgupas tjcah tfrsfotum gaoisuoi ngfm nraoi.